Puisi tralalili

Penyesalan

Sore itu mendung . . .

Kuberjalan bagai orang yang tak punya tujuan

Langkah demi langkahku ku berjalan

Hanya kenangan manis

Dan tangisan yang memapahku hinggah kedepan

Titisan air hujan membahasahi dedaunan dan

Butiran embun di tengah-tengah pucuk daun yang merekah

Ditemani wajah senja pucat berembun

Ku coba melirik di sekitar

Hanya perahu usang yang terombang-ambing dibalik sana

Ku masih terpaku dalam kesepian

Berselimut dalam butiran debu

Beratap langit dan terus membaca nurani

Namun,penyesalan tiada henti

Hinggah bulan datang menyambut sepinya malam

Hati yang hampa . . .

Terasa sunyi ,disertai tangisan dan cucuran air mata

Kini kutersenyum dibalik awan yang mendung

Dan masih terpaku dalam penyesalan dan

Diiringi hati yang hampa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s